RSS

Gejala-gejala kurangnya ketekunan

           Sebelum saya memaparkan lebih jauh tentang kendala  dalam meraih mimpi anda, perlu saya jelaskan lebih gamblang pentingnya sebuah hasrat. Beruntunglah ketika kita mempunyai keinginan untuk mencapai sesuatu atau visi dalam hidup. Namun hal itu tidak cukup untuk mencapai puncak kejayaan dalam hidup, kita masih memerlukan hasrat dan tindakan yang akurat untuk merealisasikan mimpi-mimpi kita. Ya hasrat yang kuatlah yang akan menjadi pemicu kita ketika kegagalan menghampiri dan selalu membebani usaha kita. Hasrat yang kuat pulalah yang akan mengobati goresan luka kegagalan. Pelajarilah dafatar berikut ini dengan seksama dan  anda harus yakin kalau anda pasti bisa mengalahkan gejala-gejala penghalang HASRAT anda.
1.      Kegagalan mengetahui dan menentukan dengan jelas apa yang kita inginkan.
2.      Penundaan, dengan atau tanpa sebab. (biasanya didukung dalih dan alasan).
3.      Tidak adanya minat memperoleh pengetahuan khusus.
4.      Tidak bisa membuat keputusan, kebiasaan selau “menyerahkan tanggung jawab kepada orang lain,” bukannya menghadapi persoalan secara langsung. (juga didukung dalih).
5.      Kebiasaan mengandalkan dalih, bukannya menciptakan rencana-rencana yang pasti untuk menyelesaikan maslah-maslah yang ada.
6.      Puas diri. Hanya sedikit obat untuk kemalangan ini, dan tidak ada harapan bagi mereka yang menderitanya.
7.      Sikap acuh biasanya tercermin pada kesiapan seseorang untuk selau berkompromi, bukannya menghadapi perbedaan pendapat itu dan melawannya.
8.      Kebiasaan menyalahkan orang lain atas kesalahan-kesalahan kita sendiri dan menerima keadaan-keadaan tak menyenangkang sebagai sesuatu yang tak tehindarkan.
9.      LEMAHNYA HASRAT, karena mengabaikan MOTIF yang mendorong tindakan.
10.  Kemauan, bahkan keinginan, untuk berhenti ketika ada tanda-tanda akan kalah. (berdasarkan salah satu diantara 6 ketakutan mendasar).
11.  Tidak adanya RENCANA YANG TERTATA, dalam bentuk tertulis sehingga bisa dianalisa.
12.  Kebiasaan enggan menjalankan gagasan, atau meraih kesempatan ketika ada.
13.  BERHARAP bukannya BERKEMAUAN.
14.  Kebiasaan berkompromi dengan KEMISKINAN, bukannya bertujuan mencari kekayaan tidak adanya ambisi untuk menjadi, melakukan, dan memilih.
15.  Mencari segala cara singkat menuju kekayaan, mencoba MENGAMBIL tanpa MEMBERIKAN yang sebanding, biasanya tercermin dalam kebiasaan berjudi dan berusaha menawar serendah-rendahnya.
16.  TAKUT KRITIK, kegagalan menciptakan rencana-rencana untuk dikerjakan, karena apa yang akan dipikirkan, dilakukan, atau dikatakan orang lain. Musuh ini termasuk ada di atas dalam daftar-daftar itu karena ia ada dipikiran bawah sadar manusia, dimana keberadaanya tidak diketahui.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar