RSS

Berhenti sejenak

        Tidak mungkin manusia akan selalu bebas dari permasalahan. Karena dengan masalah kita akan naik ke tangga yang lebih tinggi. Saya jadi ingat kata motivator Mario teguh “justru gading yang retaklah yang sempurna”. Mungkin kadang kata itu jarang atau malah mustahil tapi sebenarnya ada dan tak pernah terbayangkan. Dan untuk mencapai kesempurnaan yang kita inginkan tentunya kita harus menghadapi berjuta-juta permasalahan. Masalah yang merangsang adrenalin kita tentunya akan memacu sebuah tindakan. Padahal tindakan seperti orang besarlah yang harus kita tiru. Ketika kita ingin merespon tentunya harus memikirkan tindakn apa yang paling tepa. Ketika teman yang paling dengan kita tiba-tiba berkata yang tidak benar tentang kita, tentunya tidak mungkin kita langsung membalas dengan mencelanya kembali. Akan tetapi kita akan berpikir bagaimana bertindak menang-menang. Menang bagi saya yaitu tidak lagi dihinanya. Dan menang bagi dia ketika saya beri peringatan tidak menyinggungnya. Lalu peralatan apakah yang paling tepat untuk kita keluarkan ketika kita mendapatkan masalah setelah kita mem’pause’ diri kita sebelum merespon masalah kita. Karena peralatan itulah yang kita bawa sejah lahir dan hal inilah yang membedakan kita dengan hewan.ada empat macam yaitu:

Kesadaran diri: Aku bisa memisahkan diri dari diri sendiri dan mengamati pikiran serta perbuatan.
Kita harus senantiasa sadar dan sesadar-sadarnya pikiran kita bahwa ketika kita mendapatkan suatu ujian itu akan mengangkat kita lebih tinggi atau malah membuat ita lebih rendah. Itulah pilihan yang akan kita ambil, karena setelah kita memilih salah satunya pasti akan membuat suatu konsekuensi dan jiwa pemimpinlah yang dibutuhkan. Setiap peminpinlah yang bertanggung jawa atas piliha dan akibat yang timbul sedangkan pecundang hanya memilih-milih tindakan tanpa mau bertanggung jawab atas kosekuensi yang timbul dari pilihannya.

Hati nurani: Aku bisa mendengarkan suara batinku untuk membedakan yang mana benar yang mana salah.
Hati nurani adalah suara batin yang akan sealu memberitahu kita untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Kita semua mempunyai hati nurani. Dan hati nurani bisa berkembang atau menciut tergantung kita mau menggubrisnya atu tidak.

Daya imajinasi: Aku bisa membayangkan kemungkinan-kemungkinan baru.
Saya jadi ingat kata-kata anak sang pemimpi karya Andrean hirata.”Orang miskin seperti kita tanpa bermimpi akan mati”. Jadi sebuah mimpi atau imajinasi seperti sebuah lilin dalam kegelapan atu rambu-rambu kehidupan. Ketika maslah menhampiri kita dengan cepat otak kita membayangkan kalau saya bertidak ini akan begini tapi kalau tidak juga akam menghasilkan begini. Pada intinya imajinasi itu untuk menbayangkan kemungkinan-kemungkinan yakan akan datang.

Kemauan: aku punya kuasa untuk memilih.
Setelah kita menentukan respon yang ingin kita pilih tentunya kita akan melakukan pilihan kita. Dan kita harus yakin dan mau melih apa yang terbaik. Kalau imajinasi membayangkan kemungkinan yang akan terjadi tapi kalau kemauan itu sudah bentik tindakan riil atau kita harus merealisasi pilihan dari imajinasi kita.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar